KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Kaltim Periode II Agustus Naik, Tertinggi Rp3.604 per Kilogram

2 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Kaltim Periode II Agustus Naik, Tertinggi Rp3.604 per Kilogram

sawitsetara.co - SAMARINDA — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pekebun mitra di Kalimantan Timur periode II, 16–31 Agustus 2026, mengalami kenaikan sekitar 1,20–1,21 persen dibanding periode sebelumnya.

Penetapan tersebut tertuang dalam Berita Acara Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Nomor 500.10.6.3/615/Disbun/2026. Harga ditetapkan melalui rapat pada Senin, 31 Agustus 2026, berdasarkan perhitungan data yang disampaikan perusahaan perkebunan anggota tim penetapan harga TBS.

Dalam penetapan tersebut, harga CPO rerata tertimbang tercatat Rp15.434,53 per kilogram, sedangkan harga kernel rerata tertimbang mencapai Rp13.598,85 per kilogram. Indeks K yang digunakan sebesar 88,97 persen.

Harga TBS tertinggi berlaku untuk tanaman berumur 10–20 tahun, yakni Rp3.604,66 per kilogram. Angka tersebut naik Rp42,97 atau 1,21 persen dibanding harga periode I yang sebesar Rp3.561,69 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada seluruh kelompok umur. Untuk tanaman umur tiga tahun, misalnya, harga TBS naik menjadi Rp3.165,26 dari Rp3.127,56 per kilogram. Sementara tanaman umur sembilan tahun ditetapkan Rp3.579,06 per kilogram.

apkasindo

Daftar Harga TBS Kaltim Periode II, 16–31 Agustus 2026

Umur 3 tahun: Rp3.165,26/kg

Umur 4 tahun: Rp3.266,12/kg

Umur 5 tahun: Rp3.356,49/kg

Umur 6 tahun: Rp3.430,06/kg

Umur 7 tahun: Rp3.479,56/kg

Umur 8 tahun: Rp3.535,77/kg

Umur 9 tahun: Rp3.579,06/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.604,66/kg

Umur 21 tahun: Rp3.552,31/kg

Umur 22 tahun: Rp3.480,91/kg

Umur 23 tahun: Rp3.403,84/kg

Umur 24 tahun: Rp3.365,39/kg

Umur 25 tahun: Rp3.333,81/kg.

Tags:

harga TBSBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Solidaridad: Perempuan dan Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Petani Sawit

Solidaridad: Perempuan dan Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Petani Sawit

Keberlanjutan perkebunan kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produktivitas, sertifikasi, ketelusuran (traceability) dan kepatuhan terhadap standar lingkungan. Ketahanan keluarga petani serta keterlibatan perempuan dan generasi muda juga menjadi faktor penting untuk memastikan praktik sawit berkelanjutan dapat terus dijalankan dalam jangka panjang.

1 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *